Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan Kurikulum Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITERA libatkan Multistakeholder dan Alumni PWK ITERA
July 14, 2021
0

Lampung Selatan. Focus Group Discussion (FGD) “Peninjauan Kurikulum Perencanaan Wilayah dan Kota Tahun 2021” diadakan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITERA yang dilaksanakan dengan melibatkan alumni, akademisi dan juga praktisi pada Rabu 30 Juni 2021 s.d. Jumat 2 Juli 2021. Diskusi terfokus yang berlangsung dalam jaringan (daring) tersebut dilakukan dalam 4 sesi yang mana sesi 1 bersama alumni PWK ITERA Angkatan 2012 s.d. 2016; sesi 2 menghadirkan narasumber dari ASPI; sesi 3 menghadirkan narasumber dari IAP; dan sesi 4 menghadirkan narasumber dari BPIW, Kementerian PUPR.

Koordinator Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Dr. Ir. M. Irfan Affandi, M.Si. menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan FGD tersebut bertujuan untuk meninjau Kembali kurikulum PWK yang sebelumnya ditetapkan pada tahun 2019 dengan mengikuti isu dan tantangan terkini baik itu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sesuai amanat Permendikbud No. 03 Tahun 2020, revolusi industry 4.0, dan kebutuhan dunia kerja terhadap dunia kerja PWK.

Melalui FGD Peninjauan Kurikulum PWK ITERA ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi kurikulum yang akan berjalan nantinya, dengan memberikan dampak (outcomes) yang sesuai arahan program MBKM serta sejalan dengan visi misi PWK ITERA yakni dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan Pulau Sumatera.

Dalam FGD ini juga dipaparkan mengenai kondisi kurikulum PWK ITERA oleh Sekretaris Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Hafi Munirwan, S.T., M.Sc. Bahwa kurikulum PWK ITERA saat ini memiliki 4 ciri khas, yakni Perencanaan Inklusif dan Berkelanjutan, ITERA for Sumatera, Hilirisasi Industru serta Revolusi Industri 4.0

Pada sesi diskusi dengan ASPI, turut hadir Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D. yang merupakan Penasihat ASPI dan juga guru besar PWK UGM. Dalam sesi diskusi Beliau menyampaikan bahwa pendidikan yang dimaksud saat ini bukan sebatas proses industrialisasi, melainkan lebih menekankan pada proses pembebasan pemikiran. Pendidikan perencana diharapkan mencetak perencana yang selalu siap belajar setelah lulus dan reflektif terhadap perkembangan ilmu dan zaman. Selain itu, Prof. Bakti juga menekankan bahwa selayaknya proses pembelajaran pada perguruan tinggi adalah proses yang memberikan inspirasi pada mahasiswa untuk terus berkembang, bukan hanya proses transfer pengetahuan.

Selain itu, Dr.sc.agr. Iwan Rudiarto, ST, MSc. yang merupakan ketua ASPI dan juga ketua Magister PWK UNDIP menanggapi bahwa kurikulum merupakan suatu rencana pelaksanaan pendidikan prodi. Dalam pelaksanaannya, kurikulum tetap perlu dilakukan peninjauan kembali secara berkala, agar proses pembaruan untuk menjaga kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan dan isu terkini terus terjadi. Hal lain yang ditekankan oleh Dr Iwan adalah, pada masa kini, proses pembelajaran tidak lagi terikat pada konsep teaching, yang berfokus pada dosen sebagai penyampai materi, namun lebih menerapkan konsep learning, yang berfokus pada bagaimana dosen dan mahasiswa sama-sama belajar dalam satu MK.

Sesi selanjutnya, diskusi terfokus dilaksanakan dengan menghadirkan perwakilan Ikatan Ahli Perencana (IAP) Nasional yakni Ir. Teti Armiati Argo, M.E.S, Ph.D. yang juga merupakan dosen SAPPK ITB. Beliau juga memberi tanggapan perencanaan yang diharapkan saat ini yakni yang bisa melayani masyarakat untuk terus bisa berkarya, mau menciptakan infrastruktur lokal yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Beliau juga menyinggung perencanaan ruang laut yang dapat dipertimbangkan sebagai substansi mata kuliah pilihan.

Pada hari terakhir FGD, turut hadir Hasna Widiastuti, S.T., M.Eng.Sc, dari BPIW Kementerian PUPR, beliau menyampaikan bahwa hal yang perlu diketahui oleh mahasiswa mengenai tantangan utama saat ini seperti pandemi dan isu strategis wilayah lainnya yang sudah terangkum dalam RPJMN 2020-2024 serta isu yang terdapat dalam sektor infrastruktur Indonesia dan penting untuk mahasiswa mengetahui cara berkordinasi dan negosiasi dengan berbagai sektor untuk pembiayaan pembangunan dan evaluasi program pembangunan infrastruktur. Dalam paparannya beliau memberikan banyak masukan bagi PWK ITERA untuk lebih memperkaya sekaligus mempertajam materi ajar matakuliah.

Alumni yang turut hadir juga menunjukkan antusias dan respon positif, dengan berbagai masukan untuk Kurikulum PWK ITERA kedepannya. Tidak lupa narasumber menyampaikan agar Kurikulum PWK ITERA segera mengakomodasi arahan Menteri Pendidikan mengenai Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Leave a Reply